Trauma sama Agama Sendiri
(Oleh: Sururum Marfuah Hash, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor)
Dulu... aku pernah melempar buku yang ketika aku melihat covernya, maka teridentifikasilah bahwa itu adalah buku Islami.
"Saking Takutnya aku dengan agamaku sendiri" 😢
Aku tak mau membacanya, doktrinasi lingkungan, keluarga, dan teman itu mengakar dan memenjarakan akalku yang hakikatnya kritis untuk berpikir.
Sampai akhirnya, aku lelah dengan diriku yang seperti itu. Aku mencoba untuk menekatkan diri tak ingin menyiksa akalku yang sejatinya ingin belajar Islam.
Yap... mungkin orang akan bertanya, "Kenapa uum suka baca buku Islami" (mereka hanya belum tahu, bahwa aku dimasa lalu sangat jauh dari buku2 Islami, aku sangat dekat dengan buku2 Barat sampai mengagumi mereka dan berkhayal menjadi seperti mereka)
Ada satu hal yang perlu orang ketahui, bahwa ketika aku mebaca buku2 Barat, belum kutemukan didalamnya membahas ttg Islam (wajar sih, kan mereka gak mau kita tahu Islam yg sebenarnya itu kayak gimana).
simpelnya gini "Ketika kita baca buku Barat, pemikiran Islam gak bakalan dikupas, tapi ketika aku membaca buku Islami.. maka kudapati ia mampu membongkar segala kerusakan yang terjadi, membedah kesalaha sistem yang merusak manusia, dan menawarka solusi mengakar yang tidak pernah kuduga sebelumnya. itu alasan kenapa aku harus membekali diriku dengan tsaqafah2 Islam".
tentunya, aku masih perlu belajar dan belajar, terlebih ilmu Islam yang begitu luas dan sangat luas.
#ceritamalam
Komentar