Ekspresi Ideologi Bukan Hasil Rekayasa Genetika

(Oleh: Sururum Marfuah Hash, Mahasiswa Inatitut Pertanian Bogor)

Siapa yang tak kenal ekspresi gen? Apabila sudah mengambil IPA di SMA setidaknya pasti pernah mendengar mekanisme Transkripsi dan juga translasi.  Mekanisme yang rumit, namun begitulah adanya suatu gen harus berekspresi dengan ketentuan tersebut, yang dengan matematika manusia mungkin bisa terjadi berjam-jam namun bagi Sang Pencipta (Allah), cukup hanya dengan waktu kurang dari satu detik.

Ekspreai gen skala ini mampu untuk kita rekayasa, memanfaatkan enzim restriksi untuk memotong, lalu menggunakan perantara bakteri atau apapun yang dapat memasukkan gen yang kita inginkan kepada tanaman target

Namun disini, perlu kita pahami bersama bahwa Ekspresi gen pada tumbuhan, berbeda dengan ekspresi ideologi. Ekspresi gen bisa saja mengalami dormansi atau vacum tergantung kondisi lingkungan apakah mendukung atau tidak.

Ekspresi ideologi sulit untuk ditahan, meski raga dipenjarakan, meski fisik disiksa tanpa rasa  kasihan. Ya, ekspresi ideologi, bukan seperti rekayasa genetika yang mudah untuk direkayasa ideologinya, tak mudah pula direkayasa seluruh langkah perjuangannya.

Mereka, para pengemban ideologi, memang sangat kecil populasinya, namun bukan berarti mereka tak berpengaruh, mereka para pengembann ideologi akan mencoba mengekpresikann ideologinya hingga lingkungannya terwarnai dengan ideoogi yang diembannya.

Tulisan ini hanya dimengerti oleh mereka yang paham, mengenai makna "ideologi", sejarah ideologi, dan metode penegakan ideologi.

Rabu, 1 Mei 2019

Komentar

Postingan Populer